Dosa Kartu Merah Saint-Etienne dan Teror Publik Inggris
Stadion Geoffroy-Guichard menjadi panggung mimpi buruk bagi David Beckham yang baru berusia 23 tahun. Pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis, tensi tinggi menyelimuti laga klasik antara Inggris dan Argentina. Beckham yang sedang berada di puncak popularitas justru harus keluar lapangan lebih cepat akibat tindakan emosional yang tidak perlu.
Bencana itu lahir pada menit ke-47 saat kedudukan imbang 2-2. Setelah dijatuhkan oleh Diego Simeone, Beckham yang terprovokasi secara spontan menendang kaki gelandang Argentina tersebut. Wasit Kim Milton Nielsen langsung mengacungkan kartu merah, memaksa Inggris bermain dengan sepuluh orang hingga akhirnya kalah dalam drama adu penalti 3-4.
Read Also
Menurut pengakuan Beckham, aksi tersebut murni reaksi spontan atas provokasi lawan. Namun publik Inggris tidak peduli dan segera menjadikannya kambing hitam atas kegagalan tersebut. Media Inggris mengecam keras tindakan konyol sang gelandang, bahkan boneka jerami berwajah Beckham digantung di jalanan London sebagai bentuk kemarahan massal.
Beckham mengalami masa sulit hingga mengalami depresi klinis akibat teror verbal yang tiada henti dari suporter lawan di setiap laga Premier League. Namun, karakter kuat membantunya bangkit untuk membawa Manchester United meraih treble historic pada 1999. Penebusan dosa Beckham akhirnya tuntas saat ia mencetak gol kemenangan lewat penalti melawan Argentina di Piala Dunia 2002.