Sains Mengatur Timing dan Transformasi Posisi Nomor 10
Fans Real Madrid mengingatnya dengan nostalgia dan pendukung Inggris kini menikmatinya. Jude Bellingham menunjukkan sains permainan dan ruang yang matang. Gelandang muda ini sukses mencetak dua gol krusial saat membawa Tiga Singa menang 3-2 atas Meksiko dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berjalan sengit.
Berdasarkan analisis taktik, Bellingham tampil paling memukau saat dipasang sebagai nomor 10 di belakang striker. Pelatih Thomas Tuchel awalnya memainkan formasi relai bersama Declan Rice dan Elliot Anderson. Namun, perubahan taktik menempatkan Rice lebih dalam, memberikan kebebasan penuh bagi Bellingham untuk menyerang dan mengacak-acak pertahanan lawan.
Read Also
Bellingham lebih mengandalkan ketepatan waktu daripada kecepatan murni saat menusuk ke kotak penalti. Pemain berusia 23 tahun ini mencetak dua gol dalam durasi 98 detik melalui skema serangan balik yang terukur. Keberadaannya di posisi sentral ini mengulangi kesuksesannya di Madrid saat mencetak 23 gol pada musim debutnya.
Menurut data statistik pertandingan, bintang Real Madrid ini menjelajah lapangan sejauh 11,142 kilometer meskipun bermain di bawah pengaruh ketinggian udara Meksiko. Kontribusi fisiknya sangat masif. Dia tercatat menjadi salah satu pemain dengan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan sepanjang turnamen sepak bola bergengsi ini.