Siasat Les Bleus Mematikan Kreativitas Lamine Yamal dan Dani Olmo
Dua tahun setelah kekalahan di semifinal Euro, Prancis kini tampil dengan lini serang yang lebih mematikan. Namun, ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan Didier Deschamps terletak pada kedisiplinan pertahanan mereka. Menghadapi kualitas penguasaan bola Spanyol yang superior, koordinasi transisi bertahan Prancis akan sangat diuji sejak menit pertama.
Area pertama yang diwaspadai adalah celah di belakang Ousmane Dembele saat menerapkan taktik tekanan tinggi. Pergerakan bek kiri Marc Cucurella berpotensi mengeksploitasi ruang tersebut jika Jules Kounde terlambat menutup pergerakan. Prancis harus memilih antara melakukan pengawalan agresif satu lawan satu atau merosot turun dengan cepat guna menutup ruang.
Read Also
Ancaman terbesar Spanyol datang dari sisi kanan melalui akselerasi Lamine Yamal yang terus meningkat performanya. Bintang muda Barcelona ini mencatatkan rata-rata 2,67 tembakan per 90 menit setelah melakukan tusukan ke dalam. Menurut analisis, pergerakan diagonal penyerang sayap ini membutuhkan bantuan pertahanan ekstra dari lini tengah untuk mencegah situasi kalah jumlah pemain.
Spanyol juga sangat berbahaya di koridor tengah melalui duet dinamis Dani Olmo dan Mikel Oyarzabal tepat di depan garis pertahanan lawan. Skema operan cepat satu-dua mereka kerap memancing bek tengah untuk keluar dari posisinya. Duet bek William Saliba dan Dayot Upamecano dituntut waspada dan tidak boleh salah dalam mengambil keputusan intersep.