Dibalik Layar Liputan Final Piala Dunia Besutan Jurnalis Prancis
Menjadi saksi sejarah di partai final Piala Dunia menuntut profesionalisme tinggi di tengah atmosfer stadion yang membakar emosi. Tiga jurnalis senior dari media Prancis L'Equipe membagikan kisah unik mereka saat meliput turnamen sepak bola terbesar sejagat. Pengalaman ini dirangkum dalam episode terbaru podcast menyambut ulang tahun ke-80 media olahraga tersebut.
Berdasarkan penuturan jurnalis senior Vincent Duluc, ketegangan terbesar di final Piala Dunia 1998 adalah tenggat waktu pengiriman berita. Koran harus segera dicetak secara massal sesaat setelah Prancis merengkuh trofi pertama mereka. Situasi taktis di lapangan mengharuskan para jurnalis mengirimkan tulisan per bagian demi mengejar waktu cetak.
Read Also
Ketegangan berbeda terjadi pada edisi berikutnya di Jerman dan Qatar. Celine Ruissel mengenang keheningan total di stadion saat Zinedine Zidane melakukan aksi tandukan fatal pada final 2006. Menurutnya, reaksi spontan rekan pers di tribun mencerminkan keterkejutan dunia atas drama kartu merah sang kapten.
Sementara itu, Hugo Delom menceritakan tensi tinggi melawan jurnalis Argentina pada final 2022 saat laga berjalan dramatis. "Kami diejek secara agresif setelah gol kedua mereka, namun emosi saya meledak ketika Kylian Mbappe menyamakan kedudukan," ujar Delom. Konflik emosional tersebut memperlihatkan sisi humanis jurnalis yang larut dalam sejarah olahraga.