Peran Bayangan Medhi Benatia dan Transisi Manajemen Olympique de Marseille
Mantan direktur sepak bola Medhi Benatia menolak pergi sepenuhnya dari Olympique de Marseille. Pemilik klub Frank McCourt menahan kepergiannya saat badai krisis melanda pada Februari lalu. Hubungan keduanya yang sangat cair membuat Benatia bersedia memperpanjang masa bakti informal demi stabilitas tim Ligue 1 tersebut.
Berdasarkan informasi internal, Benatia kini bekerja di balik layar tanpa status karyawan resmi setelah membawa Marseille finis di peringkat kelima. Dia memanfaatkan jaringan luasnya untuk mencarikan tawaran bagi belasan pemain. Nama besar seperti Mason Greenwood, Amine Gouiri, hingga Pierre-Emile Höjbjerg masuk dalam daftar jualannya.
Read Also
Pihak manajemen di La Commanderie langsung membantah adanya isu pelanggaran hukum terkait fungsi ganda Benatia sebagai agen. "Medhi menyediakan jaringan relasinya untuk klub secara sukarela tanpa memungut bayaran," ujar perwakilan klub. Tugas ini murni untuk memuluskan transisi manajemen dengan suksesor barunya, Grégory Lorenzi.
Menurut analisis, pengaturan taktik manajemen dua kepala ini memicu kebingungan bagi klub rival di bursa transfer. Lorenzi memegang kendali pembangunan skuad baru dengan dana terbatas, sementara Benatia fokus pada penjualan pemain. Kehadiran asisten Federico Balzaretti menjadi jembatan krusial di tengah perubahan struktur manajemen ini.