Kritik Taktik Mantan Gelandang Prancis Terhadap Gaya Bermain Aurelien Tchouameni
Wakil kapten Prancis Aurelien Tchouameni mengalami cedera di tengah kompetisi Piala Dunia 2026. Pemain berusia 26 tahun tersebut terpaksa absen pada laga babak 16 besar melawan Paraguay. Menurut Jerome Rothen, absennya sang gelandang justru memberikan berkah tersembunyi bagi pengaturan taktik tim nasional Prancis.
Berdasarkan analisis pertandingan, Prancis membutuhkan dominasi lini tengah yang kuat untuk menghadapi Maroko. Jerome Rothen menilai performa Aurelien Tchouameni sangat minim kreativitas jika dibandingkan dengan gelandang lain. Penggawa Real Madrid tersebut dianggap jarang bergerak di antara lini untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di sektor tengah.
Read Also
Menurut mantan gelandang kiri Prancis itu, sang pemain tampil terlalu pasif seperti bek tengah ketiga. "Tchouameni hanya melakukan hal minimal, dan itu mengganggu saya. Dia bermain aman dan tidak pernah mengambil risiko untuk menempatkan lawan dalam bahaya," ujar Rothen di stasiun radio RMC Sport.
Sebagai perbandingan, Jerome Rothen memuji dampak dinamis yang dibawa oleh Manu Kone dan Adrien Rabiot ke dalam tim. Kedua pemain tersebut dinilai memiliki volume permainan besar dan mampu menusuk pertahanan lawan tanpa bola. Ketidakhadiran Aurelien Tchouameni diprediksi akan mengubah dinamika perebutan penguasaan bola pada laga krusial mendatang.