Ketegangan Diplomatik Lapangan Hijau Melibatkan Kylian Mbappe
Sepak bola bergeser ke latar belakang pada Piala Dunia 2026 kali ini. Serangan dan penghinaan berat terhadap Kylian Mbappe terus meningkat di Paraguay. Publik negara Amerika Selatan tersebut tampaknya belum memaafkan perilaku kapten Prancis itu saat melawan tim nasional mereka, Albirroja.
Dalam sebuah sidang di Senat Paraguay, Senator Celeste Amarilla melontarkan makian keras kepada penyerang Real Madrid tersebut. Berdasarkan laporan, Amarilla membela tindakan rasis yang sempat muncul sebelumnya dengan mengungkit sikap arogan sang pemain di lapangan hijau.
Read Also
Amarilla mengecam tindakan Mbappe yang enggan menjabat tangan penjaga gawang muda Paraguay, Orlando Gill. Menurut penuturannya, Gill memberikan penghormatan dengan kerendahan hati. Namun, Mbappe menolak jabat tangan tersebut dan justru berteriak kasar di hadapan sang kiper.
Mantan senator Juan Carlos Galaverna juga memberikan sindiran tajam mengenai orientasi seksual sang penyerang. Galaverna menyatakan bahwa bek kanan Caceres harus mengawal Mbappe yang sombong. Dia menambahkan bahwa Mbappe sempat mengejek Caceres di tengah pertandingan sengit tersebut.
Kasus ini memperpanjang catatan hitam perseteruan antarpemain yang berujung pada ranah politik luar lapangan. Konflik personal ini diyakini dapat memengaruhi atmosfer kompetisi Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung. Prancis kini harus menjaga fokus taktis mereka di tengah tekanan psikologis luar biasa.