Penghormatan Emosional Luis Enrique untuk Mendiang Xana di Gijon
Kesuksesan besar dalam beberapa tahun terakhir telah menempatkan Luis Enrique ke dalam jajaran pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini. Namun, kehidupan pelatih Paris Saint-Germain tersebut tidak selalu berjalan dengan mudah. Sebuah tragedi keluarga yang sangat memukul menghampirinya pada tahun 2019 silam.
Berdasarkan catatan keluarga, sang pelatih harus kehilangan putrinya yang bernama Xana pada usia sembilan tahun akibat penyakit osteosarkoma. Pelatih asal Spanyol tersebut berulang kali menegaskan bahwa dirinya selalu hidup dengan kenangan bersama sang putri setiap hari. Kenangan emosional itu kembali muncul ke permukaan baru-baru ini.
Read Also
Momen mengharukan terjadi saat ia meresmikan ruang terbuka hijau atas nama putrinya di kota Gijon. Didampingi istrinya, Elena Cullel, Luis Enrique menyampaikan pidato dengan suara bergetar. "Ia selalu ada untuk saya dan mendukung setiap langkah saya. Kami akan melewati setidaknya 30 tahun hidup bersama, ini sungguh berat," ungkapnya.
Menurut mantan pelatih Barcelona tersebut, nilai-nilai dasar yang sederhana dari orang tuanya kini diwariskan kepada anak-anaknya. Sambil meneteskan air mata, ia menyebut nama ketiga anaknya, yaitu Pacho, Sira, dan Xana. Ia juga memberikan penghormatan besar kepada kedua orang tuanya yang selalu menjadi panutan hidup sampai sekarang.