Konflik Internal dan Ketidakpuasan Skuad Prancis Terhadap Kebijakan FFF
Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah kosong dua dari Spanyol di semifinal. Kekalahan ini membuka tabir perselisihan tajam antara FFF dan tim nasional. Hubungan kedua pihak memburuk sejak sebelum turnamen di Amerika Serikat dimulai. Skuad merasa federasi lebih fokus pada kendali organisasi daripada mendukung prestasi teknis tim di lapangan.
Masalah fasilitas menjadi sumbu utama konflik internal ini. Manajemen FFF sempat menolak pengadaan alat krioterapi karena alasan efisiensi anggaran belanja. Kapten tim Kylian Mbappe harus turun tangan langsung mendesak federasi hingga permintaan tersebut dipenuhi. Konflik logistik lain muncul saat FFF salah mengelola pemesanan hotel keluarga pemain yang membengkak menjadi sembilan ratus euro per malam.
Read Also
Ketegangan memuncak saat Presiden FFF Philippe Diallo memotong bonus performa pemain secara sepihak sebelum turnamen bergulir. Menurut laporan internal, Diallo menetapkan bonus baru cair jika tim menembus semifinal, bukan babak enam belas besar lagi. Mbappe melayangkan protes keras dalam pesawat menuju Boston dengan berkata, "Presiden, ini Piala Dunia pertama Anda, bagi saya ini yang ketiga."
Persoalan suksesi Didier Deschamps dan pemecatan sepihak perwira keamanan Mohamed Sanhadji memperkeruh suasana ruang ganti. Diallo memicu kemarahan Deschamps setelah membocorkan nama calon pelatih baru ke media sebelum turnamen usai. Zinedine Zidane disebut menjadi kandidat kuat untuk menggantikan posisi Deschamps yang menolak upacara penghormatan dari federasi.